Rabu, 15 Oktober 2014

Diskusi

Kenapa berita-berita di Televisi Indonesia lebih banyak dari dunia politik? apa orang-orang kita hanya bisa berpolitik tetapi tidak bisa memproduksi sesuatu yang merupakan kebutuhan kita sehari-hari? sehingga nilai rupiah kita begitu mudah anjlok dan dipermainkan. Mungkin siaran-siaran di pertelevisian kita perlu dirubah, dimana siaran dunia politik dikurangi persentasenya sampai 5 %  dan siaran edukasi dan dunia bisnis ditingkatkan menjadi 80% sehingga masyarakat kita tidak hanya berdiskusi tentang politik dalam kesehariaanya tetapi berdiskusi tentang bagaimana cara memproduksi sesuatu yang berguna bagi kebutuhannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate